Small Cute Grey Red Outline Pointer
Your IP is :

Maximum quality for Chrome
1366 x 768 screen resolution
ENJOY OR NOT ENJOY, IS THE....OKAY I'M TRYING TO IMITATE THAT FAMOUS QUOTE. FAIL. ANYWAY, PLEASE REFRESH THE PAGE IF YOU WANNA GO BACK TO FRONT/HOME
Skin by Le Vans. xoxo
ยปMASALAH REMAJA #1
Kamis, 14 Juli 2011



FYI, gue potong rambut.


Gue di Jakarta kemaren tertampar realita bahwa setua itukah tampang gue niscaya disana, TAK SEORANGPUN MEMANGGIL GUE DENGAN BUKAN 'BU'. EVERYWHERE.

"Selamat datang, Bu. Pesan apa?"
"Opera cake satu ya Bu?"
"Terima kasih Bu,"
"Boneka buat anaknya Bu?" FYI GUE LAGI SAMA ADEK GUE, KEPARAT.
"Pagi, Bu"

CUKUP.

Dari Jakarta, KL, Spore, tiap gue jalan bareng si Tia yang beda 8 taun sama gue, gue mendapat kesan orang-orang, pertama, melihat ke Tia dengan tatapan berarti

"wah lucunya anak ini"
"duh imut banget"

dan pandangan mereka naik, berhenti di gue, dan gue, mendapat dua tatapan

1.) "itu ibunya? wah kok beda sekali"
2.) "oh, sama pembantunya"

CUKUP.

gue bercerita ke mamah dan mamah dengan minus kompromi, "SIAPA SURUH GA NGURUS DIRI? YA ITU LAH DIKIRA IBU-IBU. MUNGKIN BESOK KALO KITA JALAN BARENG KAMU DIKIRA ADEK, ATO LEBIH PARAH LAGI, KAKAKNYA MAMAH"


CUKUP.


"nih ya kasi tau ya, besok potong rambut. yang pendek!! itu rambut panjang ga karuan ga diurus bikin keliatan kaya emak emak!!"


gue melihat ke kaca dan menyadari rambut di kepala terlihat seperti jerami hitam berminyak.

thus, esoknya gue putuskan untuk potong rambut di salon Puspita dekat rumah Nisak. Gue bersama nisak dan pare, mereka berdua masker rambut, gue juga ditambah potong.

gue dari rumah sudah ngecim Tao Okamoto di cover Harper's Bazaar untuk rambutnya gue jadikan panutan. gue juga jaga-jaga bawa Seventeen yang didalemnya kebetulan banyak model rambut.

Jelasnya ini covernya


sebelumnya gue meminta saran dari nisak dan pare. mereka berdua menyarankan gue botak. jelasnya, gue tidak mau. mereka agak enggan dengan ide gue menyontek rambut Tao, pandangan mereka menyiratkan "Tao yang kek gitu bagus nek, kalo lo kek melon dikasi mangkok"

kemudian mereka menyarankan semacam rambut2 pixie, gue menolak karena akhir2 ini gue banyak ngeliat cewe2 rambutnya kek gitu dan mereka terlihat seperti....... lupakan.

gue pun yakin dengan Tao Okamoto karena dia keren. "sayangnya lo ga keren nek" ya terserah, pokoknya gue mau rambut kek gitu.

kami pun ke Puspita.

rambut gue dipotong dengan mbak kapster mewanti-wanti "tapi ini jatuhnya ntar beda ya dek, kan yang ini rada ikal, kalo adek kan lurus rambutnya" YANG PENTING GUE ENGGAK DIKIRA IBU-IBU LAGI DAH MBAK.

anyway berhubung rambut gue paling tipis gue paling cepet di hair dryer cuma berapa menit. gue perhatiin yang pegang rekor di hair dryer paling lama adalah pare. mbaknya sampe kemringet.


selesai dikeringkan, jadilah rambut baru gue, gue lihat ke kaca, GUE LIHAT PANTULAN BONEKA KOKESHI.

boneka kokeshi, imut


atau mungkin pacarnya boboho.


atau mungkin Natalie Portman.


ya gitulah, rambut gue kaya rambut helm, tapi lebih pendek. gue melihat pare dan nisak nahan tawa di pojok salon, gue ga terima dan gue membayar biaya potong (iya ga nyambung)

apa mau dikata, tapi jujur rambut pendek memang ENAK. ga ribet. habis keramas bentar doang langsung kering. GUE JADI GANTENG BO tapi gue gamau pasang fotonya disini. ntar jadi rumor.




begitulah, tapi seperti kata aghnia golden ways:

"saat dirumah rambut selalu terlihat keren. tapi ketika jalan rambut tak pernah terlihat oke"


setidaknya gue ga dipanggil bu lagi.

Label: , , , ,

words spilled @ 05.40 / leave goosebumps here